Oleh: smpplusdarussurur | 05/04/2009

Forum tanya jawab

Pendekatan TeoriX dan Y

Teori X dan Teori Y yang dikembangkan oleh Douglas McGregor (1985). Pada teori X diasumsikan bahwa:

(1)     Manusia pada dasarnya tidak suka bekerja, dan bila mungkin akan menghindari pekerjaan;

(2)     Karena sifat manusia tidak suka bekerja, maka kebanyakan manusia harus dipaksa, dikontrol, diancam dengan hukuman agar mereka mau berusaha mencapai sasaran organisasi;

(3)     Pada umumnya manusia lebih suka diarahkan, ingin menghindari tanggung jawab, memiliki sedikit ambisi, dan menginginkan keamanan lebih dari segalanya.

Sedangkan Teori Y menjelaskan bahwa manajemen perusahaan mulai mengadopsi nilai-nilai yang lebih manusiawi dengan perlakuan lebih sederajat dan lebih murah hati terhadap karyawannya. Perubahan ini menimbulkan asumsi yang lain mengenai manusia. Jadi dimensi teori Y adalah:

(1)    Keluarnya tenaga fisik dan mental dalam bekerja adalah sama seperti bermain atau beristirahat;

(2)    Control eksternal dan ancaman hukuman bukan merupakan satu-satunya cara untuk membangkitkan usaha karyawan (kinerja) bagi pencapaian sasaran organisasi,

Pada dasarnya agama Islam Allah turunkan demi terpelihara dan terjaganya 6 (enam) perkara:
1. Agama (akidah dan syari’ah)
2. Nyawa
3. Garis nasab (keturunan)
4. Harta
5. Kehormatan/ harga diri
6. Akal.
Atas perusakan terhadap salah satu dari 6 (enam) perkara tersebut
(murtad, meninggalkan shalat fardlu, membunuh tanpa hak, berzina, mencuri, mencemarkan nama baik, dan minum arak/ minuman yang memabukkan)
terbitlah syari’at “hadd”, yakni sanksi yang Allah dan Rasul-Nya tentukan secara pasti.
Jika terjadi ketidakjelasan aksi kejahatannya atau terdapat ketidaklengkapan syarat-syaratnya maka gugurlah “hadd” itu.
Namun jika pakar-pakar dalam ruang lingkup humaniora-atas nuraninya-melihat perlunya tindakan yang membuat efek jera maka agama mempersilahkan pemerintah membuat undang-undang pidana tambahan. Ini yang lazim disebut “Ta’zir”. Asal tidak setingkat apalagi lebih berat dari hukuman “Hadd”.
Lihat kitab “Syarah Riya_dlul badi_’ah” hal 13


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: